panen.jpg
Ulah Gubernur Anis Baswedan dari waktu kewaktu semakin membuat Jengkel, Dongkol, Sebel, Kesel bahkan Marah orang orang tertentu.

Orang orang itu Marah karena seusai dilantik, Gubernur mengatakan dalam pidatonya bhw Priboemi harus maju dan berdiri di negerinya sendiri. Saking marahnya, orang orang tersebut melaporkan Gubernur ke Polisi.

Mereka semakin bertambah Sebel kepada orang nomor satu di DKI Jakarta ini , karena ulahnya yang menolak Reklamasi, membangun kembali Kampung Aquarium dan Bukit Duri yang dibongkar habis oleh Ahok.

Rasa Sebel belum hilang, mereka kini bertambah Jengkel kepada Gubernur, karena ulahnya mengoperasionalkan kembali Becak di Pemukiman, membebaskan kembali kendaraan roda dua lewat Jalan Thamrin, melakukan penataan PKL Tenabang dan mulai dibangunnya Perumahan dgn DP 0%.

Marah sudah, Jengkel dan Sebel masih berkecamuk dalam dada, mereka kini bertambah Dongkol dengan adanya Kebijakan Pemda DKI Jakarta yang tidak akan membeli Beras Impor dan melakukan Panen Padi di daerah Cakung.

Jengkel, Dongkol, Marah dan Sebel adalah hak setiap manusia. Namun demikian harus ada alasan yang tepat untuk melakukannya.

Orang orang tertentu yang Jengkel, Sebel, Dongkol dan Marah terhadap Ulah Gubernur Anis Baswedan justru harus diperiksa jiwanya, karena kebijakan sosok yang sukses menenggelamkan Ahok ini justru berpihak kepada Rakyat kecil.

Selain itu juga, ternyata Kebijakan Gubernur mempunyai muatan Kritik membangun yang ditujukan kepada Pemerintah Pusat. Coba kita lihat kebijakannya Menolak Reklamasi, ini kan jelas sekali bermuatan kritik kepada Penguasa yang sangat mengabaikan Peraturan dan berpihak kepada Pengembang.

Selanjutnya kebijakan Tidak akan Membeli Beras Impor, ini kan sebuah sikap seorang Pejabat yang menghargai dan mengutamakan produk anak bangsa.

Dan Kejutan yang paling membuat orang Terkejut adalah Kegiatan Panen Padi di Cakung. Jakarta itu tak mungkin dan sangat mustahil dijadikan daerah Sentra Beras, tapi kenapa Gubernur Anis Baswedan melakukan Panen Padi di Cakung...?

Pesan yang ingin disampaikan Gubernur Anis Baswedan kepada Bangsa Indonesia dan para Pejabat adalah Negara kita adalah Negara yang Subur, sehingga ketergantungan kepada Negara lain harus segera dihentikan.

Jakarta yang sangat tercemar saja bisa menghasilkan Padi apalagi daerah lain yang masih bersih dan tidak tercemar, pasti bakal lebih bagus hasil Panennya.

Ulah Gubernur Anis Baswedan memang membuat orang orang tertentu menjadi Jengkel, Dongkol, Sebel, Kesel dan Marah karena mereka semakin sulit untuk menjarah negeri ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin Panen Raya di areal lahan persawahan milik pemprov DKI, di Jalan Inspeksi Cakung Jakarta Timur.

Gubernur Anies menyampaikan bahwa sebagai kota modern dan pusat industri, di Jakarta masih ada lebih dari hektar sawah dengan hasil panen 5 ton setiap hektarnya, maka dari itu Pemprov bersama-sama dengan masyarakat harus menjaga ekosistem yang lengkap tersebut.

Gubernur Anies serius untuk membangun kesadaran bahwa Jakarta juga memiliki ekosistem persawahan, ke depan dia ingin mengintruksikan para kepala sekolah untuk mengajak siswanya berkunjung ke areal persawahan di Jakarta dan merasakan proses tanam yang berlangsung sebulan ke depan.

Sementara itu menurut Sunaryo, penanggung Jawab Kebun, jenis padi yang dipanen oleh Gubernur Anies merupakan padi unggulan yang bernama Inpari 22 dan Mekongga, memiliki ketahanan terhadap hama dan menghasilkan bulir padi yang banyak, cocok untuk disebar ke kelompok tani Jakarta sebagai benih sehingga bisa melestarikan pertanian di Jakarta. Hasil panen tersebut dibeli oleh BUMD Pasar Cipinang.
Sumber : fb